Dikejauhan musim selang berganti lara dan saat manis, kenangan jauh ditinggalkan. Teman-teman zaman persekolahan menuju arah dan tujuan, telah menjadi bapa, jadi ibu, dan tentunya ada yang sudah bercucu. SYS bendiri teguh sehingga ke hari ini, rumputnya masih hijau subur. Cikgu Agatha Chong, guru bahasa Inggeris yang lincah dan tidak mengenal penat mendidik anak-anak muridnya. Aku di antara mereka yang ketika itu anti bahasa kolonial, akhirnya aku menyedari betapa pentingnya bahasa untuk berkata-kata sesama insan. Bahasa ilmiah untuk menekuni disiplin-disilpin lain dalam akademik.
Walau di manapun kalian berada, sesekali menjenguk SYS, wajah remaja kalian terpahat dalam kenakalanku, walaupun seribu tahun lagi.
No comments:
Post a Comment